Category Archives: Informasi Umum

Sebuah Cerita Lama

Ini cerita yang sudah lama, lamaaa sekali. Baru sekarang sempat di-posting karena baru buka lagi tulisan-tulisan yang lama.

Suatu hari saya membaca blog seorang kawan. Dia menyerapah di dalam  blognya. Berpikir kenapa selalu mengulangi kesalahan yang sama, bertemu dengan masalah yang sama, bahkan perasaan ingin jedotin–pala–ke–tembok yang sama. Hal ini sering saya alami, bahkan mungkin sampai sekarang. Satu hal yang paling sering terjadi itu, ya, masalah percintaan (tapi kalau masalah tentang ini, Alhamdulillah udah ngga lagi).

Daripada menggunjing kawan saya itu, biarlah saya bercerita tentang diri saya sendiri. Dulu saya pernah berjanji untuk tidak–akan–pernah pacaran (dan Alhamdulillah saya bisa memegang janji itu). Jadi, masalah saya berbeda dengan kebanyakan orang lainnya yang putus–nyambung atau lama pacaran–putus–stress sampe rasanya mau bunuh diri. masalah saya lebih gampang, suka sama seseorang–kebanyakan ngayal kalo dia suka balik–akhirnya patah hati. :)) *ngakak*

Tapi untuk saat itu, itulah hal yang paling berat bagi saya. Saya bukan orang yang pintar mengutarakan perasaan. Saya tidak pintar curhat, karena itu saya lebih sering sebagai pendengar. Dan seperti pengalaman kawan saya tadi, saya berulang kali “jatuh suka” (karena perasaan saya itu tidak seekstrim cinta) tapi hanya bisa berdiam diri dan akhirnya patah hati. Saya pun tidak perlu memandang mereka dari jauh, karena orang–orang yang saya suka adalah orang yang saya kenal, suatu hal yang makin menyakitkan bagi saya.

Permasalahan ini terus terjadi, saya tidak tahu kenapa, dan hasil akhirnya pun sama. Sampai suatu hari seorang kawan mengatakan kalau “Allah memberikan satu masalah atau ujian untuk kita selesaikan, agar kita bisa lebih baik dan naik derajatnya. Karena itu, kalau kita menemukan permasalahan atau ujian yang sama dan berulang, mungkin karena kita belum lulus ujian itu.” Saya langsung mematri kata-kata itu dalam hati.

 Lalu, kemudian hari, saya menemukan masalah “suka-menyuka” kembali. Saya menyukai salah seorang teman dan perasaan menyiksa itu pun terulang. Tapi teringat dengan ucapan teman saya, saya pun berpikir saya tidak mau menjadi orang bodoh sama yang tidak lulus-lulus. Dan akhirnya, dengan perasaan nothing–to–lose, saya pun menyatakan perasaan ke orang tersebut. Tapi saya tidak ingin menjadi “pacar” dia, saya hanya ingin lulus—lega dari perasaan yang mengukung saya. Simple as that. Tapi benar, setelah mengatakan apa yang ada di dalam hati, perasaan paling lega pun terasa. Barbell yang sebelumnya nyantol di hati pun terlepas menggelinding entah ke mana.

Saya bahagia, karena tak lama setelahnya saya pun menemukan orang yang menjadi pelengkap hidup saya. InsyaAllah, dia mungkin rapor lulus saya dari Allah.

Tidak bermaksud menyamakan permasalahan sepele saya dengan tulisan di blog kawan saya tadi, tapi saya hanya ingin meneruskan ucapan bijak teman saya, “Allah memberikan satu masalah atau ujian untuk kita selesaikan, agar kita bisa lebih baik dan naik derajatnya. Karena itu, kalau kita menemukan permasalahan atau ujian yang sama dan berulang, mungkin karena kita belum lulus ujian itu.”

Jadi, carilah penyebab masalah dan kesalahan yang membuatmu tidak lulus. Selesaikan dari titik itu. Jadilah lebih bijak dan jika kamu mendapatkan perlakuan tidak baik, jangan pernah berpikir kalau kamu pantas menerima hal itu.

Oleh:

Hikariya

30 Mei 2014– April 2015

Proyek Kebaikan April 2015: 365 Kartu Pos untuk Jonathan Pitre

Jonathan Pitre yang kini berusia 14 tahun hidup di Russell Ontario, Kanada. Ia menderita penyakit bernama Recessive Dystrophic Epidermolysis Bullosa (RDEB) atau biasa disingkat EB yaitu penyakit genetik langka yang menyebabkan kulit melepuh tanpa henti, tersayat, dan menjadi luka.

Untuk kasus yang parah seperti Jonathan, ia akan merasa kesakitan teramat sangat ketika berjalan, makan, bahkan mandi. Jonathan kini menjadi duta EB dari Debra Canada (debracanada.org) sebuah organisasi peduli EB yang didirikan tahun 1998.

Chibi Ranran Help Center telah mengontak Debra Canada dan berhasil mendapatkan persetujuan serta alamat Jonathan. Untuk itu, dalam Proyek Kebaikan April 2015, Chibi Ranran Help Center akan mengirimkan 365 kartu pos yang berisi kata-kata semangat untuk Jonathan selama satu tahun penuh.

Kami akan menuliskan 365 pesan pertama dari teman-teman dan mengirimkan kartu pos tersebut ke Kanada. Bagi teman-teman yang ingin berpartisipasi, silahkan menuliskan kata-kata penyemangat untuk Jonathan ke email chibiranranhelpcenter@yahoo.com dengan format:
1. Memakai bahasa Inggris
2. Sertakan nama dan asal kota

Terima kasih kepada TSN Original yang telah mengangkat kisah Jonathan melalui dokumenter The Butterfly Child. Terima kasih juga kepada Debra Canada atas informasinya.

“The hardest part about living with EB is being different, and not being able to do the things I’d really like to do; like play sports, go out with friends, go to school EVERYDAY, or just have fun and relax for one night. Another hard part is living with the pain, it interferes with everything I do, which makes daily activities difficult to accomplish.” (Jonathnan Pitre,debracanada.org)

NEED HELP… We don’t ask your money, we just ask your words..
365 postcards for Jonathan Pitre, a boy who suffers from one of the most painful conditions known to medicine, Epidermolysis bullosa (EB), a rare genetic disease that causes the skin to endlessly blister, shear and scar.

Bila berkenan mohon di-share. Terima kasih

Salam,
Chibi Ranran Help Center‬

‪#‎proyekkebaikanapril2015‬ ‪#‎JonathanPitre‬ ‪#‎EB‬ ‪#‎DebraCanada‬‪#‎TSNOriginal‬ #‪#‎TheButterflyChild‬‪#‎RecessiveDystrophicEpidermolysisBullosa‬

Jalan-Jalan Gratis Ala Jurnalis

Ketemu sama artis masa kini sampai presiden Jokowi itu udah jadi makanan sehari-hari. Bisa masuk ke konser sampai bisa jalan-jalan ke luar negeri gratis itu beberapa bentuk apresiasi. Nah, inilah kisah jadi jurnalis! 

Saya kuliah di Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI angkatan 2005. Sebelum mengerjakan skripsi, saya diterima di tvOne. Jadi, saya bener-bener gak sempat nganggur. 

Bergabung di tvOne, saya mengikuti pelatihan selama enam bulan. Di sana, saya belajar banyak hal, dari menulis naskah televisi sampai siaran langsung atau live report

Capek? Pasti! Seru? Banget! Suka duka sangat terasa. Dari yang basah-basahan di liputan banjir, lupa makan dan mandi di liputan bencana, nunggu sampai ketiduran di KPK, bingung dengerin isu-isu politik di DPR, bersikap formal dan rapi saat di istana, sampai capek-capek ria di arus mudik. Bahkan masih banyak lagi. 

Tantangan terbesar dari seorang jurnalis itu adalah SABAR! Kenapa harus dikapital? Karena memang ini salah satu modal utama. Apalagai kalau tugas kita adalah mewawancarai orang penting. Kadang untuk wawancara 5 menit, kita bisa menunggu lebih dari 5 jam! Di antaranya, ya seperti, di KPK, DPR sampai istana.

Banyak yang penasaran, bagaimana, ya, rasanya liputan di istana? Jawabannya SERU! Karena tidak semua orang bisa masuk ke kediaman dan kantor presiden. Pemeriksaannya lumayan ketat, dari awal sampai akhir. 

Kita harus punya identitas khusus juga dan pastinya mengikuti peraturan yang ada. Saya menjadi wartawan istana saat era Wakil Presiden Boediono (2010–2012) dan Presiden SBY (2012–2013). Susah senang sedih dirasakan di sana.

Kalau liputan yang mengesankan lainnya adalah saat liputan bencana. Di tahun 2009, saya meliput gempa di Padang, Sumatra Barat. Padang luluh lantah, susah listrik, susah cari air bersih, hingga akhirnya saya dirawat di rumah sakit. 😦

Ngomongin sakit, karena jadi jurnalis saya pernah terkena sakit tipes. Hehehe …. Karena memang, makannya tidak teratur dan bisa jadi makan sembarangan di mana saja. Makanya,, kesehatan itu harus dijaga. Tak hanya saat menjadi jurnalis, tapi di pekerjaan apa pun.

Arus mudik itu adalah salah satu tantangan dan resiko jadi jurnalis. Kenapa? Karena di saat orang-orang pulang kampung merayakan idul fitri, saya dan teman-teman malahan berada di tengah kemacetan, dan berusaha melaporkan informasi terkini.

Saat pertama kali tidak merayakan hari raya bersama keluarga, saya sedih banget. Itu risiko, karena sekarang saya adalah seorang jurnalis 🙂 Tetapi dibalik kesedihan, pasti ada hikmah. Karena saya bisa jalan-jalan liputan di kampung orang dan mendapat banyak kenalan. Lumayan, kan? 

Ngomongin jalan-jalan, tiap dapat penugasan dalam dan luar negeri, bisa juga loh dianggap wisata gratis (meskipun gak bisa dinikmati banget yaaa). Karena tiket, penginapan, sampai uang makan dibayarin sama kantor. ^^v

Salah satunya, saat saya dapat kesempatan ke Bali dan Kamboja sendirian alias jadi reporter dan kameramen sendiri! Hahaha … Sedih, tapi seru! Karena saya bisa belajar dewasa dan mandiri. Harus bisa cepat ambil keputusan, bersaing sama cowok-cowok dan rebutan tempat untuk ambil gambar terbaik.

Ceritanya seperti ini. Di Bali, saya liputan sebagai media televisi sendirian, perempuan pula! Teman-teman yang lain dari cetak dan online. Saya mendapat tempat liputan di belakang dan diomelin sana-sini saat ambil gambar. Namun, saya tidak pantang menyerah!

Begitu pun saat saya liputan ke Kamboja. Ini lebih parah! Saingannya media-media asing. Mana mereka cowok semua dan kebanyakan bapak-bapak! Namun saya punya trik! Saya datang lebih pagi, banyak senyum sana sini, sehingga dapat tempat lebih nyaman 🙂

Meski lelah karena gotong-gotong tripod dan gendong kamera sendirian, saya merasa lebih kuat dan otot terlatih! Anggap aja fitnes gratis. Hehehe ….

Sekarang saya sudah tidak lagi bekerja di tvOne, tapi di NET TV. NET dengan tvOne banyak sekali perbedaannya, diantaranya NET bukan televisi berita, namun juga berusaha mendapatkan informasi dengan cepat.

Di NET, saya pernah meliput di program Indonesia Bagus, Lentera Indonesia, sampai Satu Indonesia. Masing-masing program punya ciri dan karakteristik yang berbeda, tetapi semua memberikan banyak pembelajaran hidup.

Di Satu Indonesia, saya bertemu segala macam tokoh, dari tokoh budaya seperti Sudjiwo Tedjo sampai dengan Presiden RI Joko Widodo. Di Lentera Indonesia, saya meliput pengajar muda yang mengajar di pelosok. Banyak tantangannya, dari listrik yang sering padam sampai penerimaan masyarakat yang belum tentu positif.

Namun yang paling berkesan adalah saat meliput untuk Indonesia Bagus. Di program ini, saya meliput keindahan alam dan budaya Bangka, Belitung, Kediri, juga Blitar. Hal ini membuat saya bangga. Indonesia itu keren banget!!!

Menantang banget, kan?? Percaya deh, saat kita senang melakukannya (ap apun yang positif) Insha Allah hasilnya pun akan menyenangkan. Salah satunya, ya, menjadi jurnalis. Nah, apa kamu siap jalan-jalan gratis?

***

Kiriman dari:

Aulia Kurnia H (Ollie)
Jurnalis at NET TV (sebelumnya reporter tvOne)
@ollie_aulia
Producer of NET News

 

[Proyek Kebaikan Desember 2014] Donasi untuk Pasien HIV AIDS di RSU Pengayoman Cipinang

Proyek Kebaikan Desember ditujukan untuk pemberian donasi ke pasien-pasien HIV AIDS di RSU Pengayoman Cipinang Jakarta Timur yang sebelumnya bernama RS LPK Cipinang di Jalan Raya Bekasi Timur No. 170,  Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Cipinang, Pulo Gadung, Jakarta Timur 13240.

Awalnya kami menerima permintaan bantuan dari Rafael Satria yang bekerja sebagai relawan di sana. Kami pun memberikan bantuan berupa:

1. Bantal beserta sarungnya sebanyak 4 buah

2. Selimut sebanyak 4 buah

3. Kaos sebanyak 8 buah

4. Alat kebersihan sebanyak 3 buah

1506615_10152789632953020_8847746080322463495_n

10923566_1023337364350111_6658083518699435437_n

Donasi disampaikan oleh tim Chibi Ranran Help Center pada Kamis, 29 Januari 2015 kepada dr. Katarina yang bertugas di sana. Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang turut membantu Proyek Kebaikan Desember ini. Semoga berkah dan bermanfaat.

10929229_1023848814298966_1492131553058435617_nSalam,

Chibi Ranran Help Center

[Info] Kegiatan November Chibi Ranran Help Center

Bismillah..

Chibi Ranran Help Center mau ngadain acara lagi lhooo… \(^0^)/

Rencananya diadakan pada:
Hari, tanggal: Sabtu, 22 Nov 2014
Waktu: Pk. 11.00-13.00
Lokasi: Taman Bermain Indonesia Menyala (TBIM) Lereng Indah.
Komplek Lereng Indah, Pondok Cabe Udik, Tangerang Selatan. TBIM terletak di sebelah Mesjid Al Ikhsan.

(Cara ke sana: dari fatmawati terus ke arah pondok labu. Ikuti jalan ke arah Cinere sampai ketemu pom bensin Cinere. Perempatan belok kanan, lalu belok kiri. Di sebelah kanan ada gang bernama Lereng Indah. Masuk ke dalam, ikuti jalan sampai ke Komplek Lereng Indah.)

Kegiatan:
1. Dongeng
2. Lomba mewarnai (umur 7-10 tahun)
3. Lomba menggambar (11-15 tahun)
4. Penyerahan bantuan buku untuk TBIM Lereng Indah dalam Program 1.000 Buku untuk Indonesia

5. Makan siang bersama anak-anak dan para volunteer


Jumlah anak: 20-25 orang.

Buat yang mau ikutan jadi pasukan dongeng, juri lomba, main-main sama anak2 umur 7-15 tahun, dan ikutan ngeramein acara kabari kami melalui email yah ^^

Info lebih lanjut:
chibiranranhelpcenter@yahoo.com

Salam,

Chibi Ranran Help Center

[Proyek Kebaikan November 2014] Lomba Menggambar dan Mewarnai di TBIM Lereng Indah

Akhirnya Chibi Ranran Help Center (CRHC) berhasil menyelenggarakan lomba pertama di Proyek Kebaikan November 2014. Lokasinya di TBIM Lereng Indah, Tangerang Selatan sebuah taman bermain yang didirikan oleh Sarita, teman baik pendiri CRHC.

Picture1

Kegiatan dimulai Pk.11.30, mundur 30 menit karena menunggu anak-anak TBIM selesai ekstrakurikuler Pramuka di sekolah. Total anak-anak yang hadir ada 22 orang. Setelah perkenalan dengan anak-anak, acaradimulai dengan Games Tebak Kata, dipandu oleh kakak Sarita dari TBIM dan dilanjutkan dengan Games 1-2-3-4 setelah ISHOMA yang dipandu oleh MC volunteer dari CRHC yaitu kakak Ollie.Picture2

Tak terasa waktu telah menunjukkan Pk.12.00. Kami rehat sejenak untuk Sholat Dzuhur dan makan siang bersama.

Picture3

Pk.13.00 lomba menggambar dan mewarnai pun dimulai dengan durasi selama 45 menit. Lomba menggambar diikuti oleh anak-anak kelas 6 SD-SMP dengan tema “Cita-Citaku”.

Picture4

Lomba mewarnai diikuti oleh anak-anak kelas 1-SD dengan tema mewarnai karakter Dudu, logo animasi Chibi Ranran Help Center.

Picture15

Picture5

Sembari menunggu anak-anak selesai dengan karyanya masing-masing, para volunteer pun turut menggambar cita-citanya dan mewarnai karakter Dudu. Hihihi

Picture13

Jam 13.45, lomba menggambar dan mewarnai pun selesai. Sekarang para juri mulai menilai karya anak-anak. Juri lomba menggambar adalah kakak Fanny dari CRHC dan kakak Sarita dari TBIM. Duh siapa ya yang menang?

Picture6

Juri lomba mewarnai adalah kakak Frieda dari volunteer CRHC dan kakak Icha dari TBIM. Serius banget kakak-kakak ini~ ^^

Picture7

Selesai menilai karya anak-anak, tibalah saat yang paling ditunggu-tunggu. Pengumuman pemenang lomba! Horeee~

Picture8

Ini dia para pemenang lomba menggambar dan mewarnai ^^ Hadiah diserahkan oleh Bunda Fatimah dari CRHC. Selamat yah~

Picture9

Picture10

Selamat kepada para pemenang ^^

Picture11

Ini intipan hadiahnya

Picture16

Sebelum penutupan acara,  Chibi Ranran Help Center menyerahkan bantuan buku sebanyak 58 buku kepada TBIM Lereng Indah dalam Program 1.000 Buku untuk Indonesia. Sampai November 2014 total buku yang telah disalurkan sebanyak 636 buku ke empat tempat yaitu Sekolah Master Depok, Desa Waerebo NTT, Desa Bit’tuang Tana Toraja, dan TBIM Lereng Indah Tangerang Selatan.

Picture14

Pk.14.00 acara pun ditutup oleh kakak Chibi, pendiri Chibi Ranran Help Center. Ia berpesan agar anak-anak senantiasa rajin belajar, mendengarkan nasehat orangtua, dan terus mengejar cita-cita. Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada TBIM Lereng Indah dan teman-teman volunteer yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk acara ini. Tak lupa kepada para donatur, kami ucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya.

Picture12

Sampai bertemu di lain kesempatan. Insya Allah… ^^

 

Salam,

Chibi Ranran Help Center

[Proyek Kebaikan Oktober 2014] Waktunya Dongeng

Walaupun tertunda beberapa minggu dan dilaksanakan bulan November, tapi acara dongengnya berjalan dengan lancar. Kami senang sekali karena selain bisa memberikan donasi mainan untuk Tempat Penitipan Anak Tunas Jaya di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta Timur, kami juga membewakan beberapa dongeng untuk anak-anak yang berkisar 3-6 tahun.

Picture1

Acara pertama adalah senam bersama ibu guru TPA, dilanjutkan dengan minum teh, dan membaca doa-doa di dalam kelas. Lalu salam kenal sejenak dari Chibi Ranran Help Center kepada anak-anak. Setelah itu dongeng utama berjudul “Asal Mula Namaku” yang dibawakan dengan semarak oleh kakak Fanny. Anak-anak tampak antusias dan riang gembira.

Picture2

Setelah dongeng utama selesai, kami lalu memberikan mainan anak-anak untuk TPA secara simbolis. Mainan diterima langsung oleh ibu Kepala Sekolah Lili.
Picture7

Lalu, anak-anak dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok A menceritakan dongeng Cinderella dibawakan oleh kakak Fita, kelompok B menceritakan dongeng Aladdin dibawakan oleh kakak Erna.

Picture3

Kelompok C menceritakan dongeng Peter Pan dan Putri Duyung dibawakan oleh kakak Chibi, dan kelompok D menceritakan dongeng Snow White dibawakan oleh kakak Icha.

Picture4

Selepas dongeng, ada atraksi sulap koin dan sulap kartu dari kakak irwin. Anak-anak tampak senang sekali dan terkagum-kagum.
Picture5

Setelah anak-anak makan siang yang disediakan oleh TPA, anak-anak pun bersiap pulang sambil menikmati kue-kue dan es krim yang disediakan oleh Chibi Ranran Help Center.
Picture6

Kami mengucapkan terima kasih kepada para relawan (bunda fatimah, kakak fita, kakak icha, kakak erna, kakak irwin, kakak fitri, kakak hara) dan donatur (kakak lia, kakak fenty, kakak hara, kakak fitri) yang turut menyumbangkan mainan dan aneka kue dalam kegiatan ini. Tak lupa terima kasih kepada TPA Tunas Jaya Pasar Induk Kramat Jati yang telah memberikan waktunya untuk kegiatan dongeng kali ini. Semoga kita selalu dapat memberikan manfaat bagi sesama. Aamin.

Picture8

Salam,
Chibi Ranran Help Center

[Proyek Kebaikan] Agustus September 2014: Kursi Roda dan Alat Bantu Jalan

Seseorang pernah berkata kepada saya, jika ingin membantu, bantulah dengan sesuatu yang dapat digunakan secara bersama-sama, dalam jangka panjang, dan untuk tempat yang bertujuan baik.

Seperti tiga pilar yang Chibi Ranran Help Center miliki yaitu pendidikan, kesehatan, dan motivasi, kami pun sampai pada ide untuk memberikan donasi berupa kursi roda untuk rumah sakit yang membutuhkan.

Setelah cek dan ricek, ternyata harga sebuah kursi roda cukup mahal berkisar Rp800.000 hingga Rp3.000.000. Budget yang dimiliki pun terbatas sehingga estimasi kami adalah menabung selama dua bulan untuk membeli satu buah kursi roda.

Beruntung, teman-teman dari kelas Fundamental Leadership Program Kelas 1123 Dale Carnegie Course menyumbangkan sejumlah uang sehingga kami pun mampu membeli dua buah kursi roda dan sebuah alat bantu jalan. Untuk itu, satu buah kursi roda dan walker kami donasikan atas nama teman-teman Kelas 1123 Dale Carengie Course.

donatur

Rumah sakit yang kami berikan bantuan adalah RS Rumah Sehat Terpadu yang terletak di Parung Bogor atas rekomendasi dr. R. Prabowo HP pengasuh rubrik Konsultasi Kesehatan Chibi Ranran Help Center. Bantuan telah diserahkan langsung kepada Ibu Via, Humas RS Rumah Sehat Terpadu.

rsterpadu10689736_940403535976828_1354788452857075264_n

Satu hal yang sangat menyentuh hati adalah RS Rumah Sehat Terpadu yang dikelola oleh Dompet Dhuafa sepenuhnya GRATIS baik rawat jalan dan inap serta khusus bagi pasien yang kurang mampu.

Bangunannya pun tertata apik, asri, dan meneduhkan mata. Luar biasa karena dana yang diambil dari masyarakat dikelola dengan sangat baik untuk kesejahteraan masyarakat.

Kami pun berterima kasih kepada teman-teman yang turut berpartisipasi dalam Proyek Kebaikan Bulan Agustus September. Insya Allah kami akan kembali dalam Proyek Kebaikan Bulan Oktober. Sampai jumpa~ ^^

Untuk informasi lebih lanjut mengenai RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa bisa menghubungi kontak ini: Jalan Raya Bogor-Parung, Bogor, Jawa Barat 16310, Indonesia. Telepon:+62 251 8618651.

Salam,

Chibi Ranran